Indonesia Go.id

Meski bergejala mirip dengan flu biasa, COVID-19 sampai saat ini memiliki fatalitas lebih tinggi. Virus ini juga menyebar dengan sangat cepat karena bisa pindah dari orang ke orang bahkan sebelum orang tersebut menunjukkan gejala. Kandidat kuat lainnya, vaksin polio oral yang dibuat dari virus hidup yang dilemahkan. “Global Virus Network yang bermarkas di Baltimore mengharapkan bisa melakukan uji coba dengan vaksin polio ini, dan saat ini sedang melakukan pembicaraan dengan pejabat kesehatan,” ujar Dr. Robert Gallo, salah satu pendiri perusahaan itu. Riset vaksin lawas, yang ditemukan beberapa dekade silam, sebagai upaya memproteksi diri terhadap infeksi virus SARS-CoV-2 kedengarannya aneh. Pasalnya, vaksin biasanya didesain untuk menarget satu penyakit secara spesifik.

Langkah strategis pemerintah dalam membangun ulang kepercayaan publik perlu didukung secara beriringan oleh masyarakat dengan tidak meremehkan dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Meskipun vaksinasi sudah berjalan di kemudian hari, publik tetap wajib mengikuti seluruh perkembangan informasi soal Covid-19 serta menyikapi berita secara bijak. Menyambut awal tahun 2021, masyarakat Indonesia mulai mendapatkan secercah harapan untuk menyudahi pandemi Covid-19. Setelah dirundung kecemasan lebih dari sembilan bulan, perlahan namun pasti, pemerintah Indonesia semakin dekat dengan upaya vaksinasi. Akan tetapi, alih-alih memenuhi kehadirannya dengan optimisme, publik justru mewarnainya dengan ragam kekhawatiran. Sebab, dengan vaksinasi akan membuat tubuh menghasilkan antibodi yang berfungsi mencegah apabila ada virus yang masuk sehingga tubuh menjadi tidak sakit.

Vaksin dapat menangani Covid

Dalam beberapa kesempatan, pengadilan bahkan harus memerintahkan melakukan vaksinasi kepada sekelompok orang yang tidak mau divaksinasi atas nama keamanan dan kesehatan lingkungan. Alasan penolakan lain adalah anggapan bahwa mekanisme kekebalan yang terbentuk setelah terpapar penyakit lebih kuat daripada kekebalan “buatan” yang dilatihkan melalui vaksinasi. Selain itu, muncul pula penolakan karena vaksinasi dianggap sebagai suatu pilihan pribadi, bukan kewajiban yang harus dijalankan karena program pemerintah.

Pertama, mengembangkan vaksin Covid-19 Merah Putih serta melakukan kerja sama dengan pembuat vaksin dalam dan luar negeri. Ketiga, menggandeng lembaga internasional, yakni CEPI dan Gavi Alliance untuk mendapatkan akses vaksin dalam kerangka kerja sama multilateral . Peragaan saat warga menerima suntikan vaksin saat digelar rangkaian simulasi pemberian vaksin anti Covid 19 di Puskesmas Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2020). Simulasi ini bertujuan untuk menyiapkan infrastruktur puskesmas yang ditunjuk sebagai pelayanan pemberian vaksin tersebut. , pemerintahan partisipatif dapat didefinisikan sebagai suatu tatanan pemerintahan yang melibatkan publik dalam setiap pengambilan kebijakan. Guru/tenaga pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi sebanyak four.361.197 orang.

Sementara itu, untuk masyarakat luas, ditargetkan akan mulai mendapatkan vaksin Covid-19 pada April 2021 hingga Maret 2022. khususnya terkait komorbid, lansia juga perlu dibantu memeriksakan diri ke dokter sebelum divaksinasi,” saran Prof. Soedjatmiko. Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat diketahui bahwa kita tidak akan kebal terhadap virus selamanya karena antibodi yang telah diproduksi dapat menghilang/ melemah setelah jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, kita perlu untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker, terutama saat bepergian atau menggunakan fasilitas umum.

Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebabnya. Namun, infeksi virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu vaksinasi. Pemerintah pusat menjanjikan memberi insentif dan santunan bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19. PIKIRAN RAKYAT – Negara-negara dunia terus berlomba-lomba untuk mencari obat dan vaksin yang efektif untuk menangani infeksi virus corona COVID-19. Di bawah kepemimpinan PM Frederiksen, Denmark merupakan salah satu negara di Eropa yang merespon cepat penyebaran virus corona.

Pakar Epidemiologi UI, dr Pandu Riono, mempertanyakan kiriman vaksin Covid-19 oleh pemerintah yang ditargetkan akan mulai digunakan November 2020. Padahal menurut dia, vaksin bukanlah solusi pendek dalam mengatasi pandemi Covid-19. “Launching vaksinasi COVID-19 ini merupakan wujud keseriusan kita semua dalam membantu mengatasi COVID-19 yang telah masuk ke Indonesia sejak awal tahun 2020 lalu. Saya merasa bangga karena dapat melakukan kegiatan hari ini karena dengan begitu kita juga dapat bergerak cepat dalam melawan virus ini,” kata Risha.

“Anda mungkin mengalami beberapa efek samping yang merupakan tanda normal tubuh sedang membangun perlindungan,” menurut panduan CDC dikutip dari Fox News. Selanjutnya pada isolasi virus November-Desember termasuk mutasi virus di Inggris. “Kehadiran itu harus diterjemahkan dengan upaya kita untuk deteksi, merespons, dan mencegah jangan masuk ke Indonesia.