Menu Close

Pentingnya Manajemen Stres Di Masa Pandemi Covid

Savitri mengungkapkan, stress bisa muncul dan dialami seseorang jika tidak mampu mengelola stress yang ujungnya berdampak buruk pada kondisi fisik seseorang. Dalam konteks pandemi covid-19, stress bisa dipengaruhi oleh konsumsi berita atau informasi tentang wabah virus tersebut. “Kita harus menjalankan pola hidup sehat dan protokol kesehatan di mana saja. Di rumah, di jalan atau space publik, tempat kerja/kantor, dan saat kembali ke rumah.

Berita covid dapat memicu stress

Maka itu, penting bagi Anda untuk mengenal faktor pemicu stres dan mencari solusi penanganannya agar tidak semakin parah. Informasi yang tidak proporsional tentang virus corona dapat memicu kecemasan, kekhawatiran, dan stres. Bahkan terkadang tubuh kerap merasakan gejala mirip Covid-19 setelah mendapat informasi terkait gejala infeksi virus corona. Dikutip dari laman Centers for Disease Control Prevention Amerika Serikat, langkah terbaik untuk menjaga kesehatan jiwa adalah melakukan kegiatan yang membuat tubuh dan pikiran nyaman. Hal ini penting, terutama bagi Anda yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jika Anda mengalami hal tersebut ataupun orang terdekat memiliki ciri-ciri seseorang yang memiliki gejala tingkat stres tinggi dan telah berlangsung cukup lama selama masa pandemi Corona ini, maka Anda dapat berkonsultasi ke profesional.

Menghindari berita sama sekali memang sebaiknya tidak Anda lakukan. Namun, cara terbaik adalah dengan membatasinya agar Anda tidak terlalu cemas dan stres. Ketika mengobrol dengan teman-teman dan keluarga, usahakan agar Anda tidak terlalu fokus Situs Bola Online untuk membahas wabah virus corona ini. Jika sedang batuk dan pilek, usahakan untuk istirahat dengan baik, makan makanan bergizi, dan perbanyak minum air putih. Kemudian, gejala lain yang perlu diamati adalah bila sampai mengalami sesak napas.

Sedangkan di Indonesia sendiri kita melakukan slow down dengan himbaun untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah, namun untuk beberapa kepentingan kita masih bisa keluar rumah. Jika tidak diatasi dengan baik, stres saat pandemi covid 19 ini dapat memperparah keadaan, dan menimbulkan berbagai masalah baru seperti kepanikan masal, gejala psikosomatis maupun berbagai masalah kejiwaan lainnya. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah yang tepat guna mengatasi stres saat physical distancing. Berbagai olahraga ringan, seperti lari kecil atau lompat di tempat, dapat Anda lakukan selama menjalani karantina di rumah. Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh Anda akan memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood Anda.

Jika Anda mengetahui seseorang yang sedang mengalami masa-masa sulit, terutama selama pandemi #coronavirus #COVID19, berkomunikasilah dengan mereka. Dengarkan perasaan mereka, tawarkan dukungan, dan habiskan waktu dengan mereka – ini semua akan sangat membantu. Masker kain berfungsi sebagai penghalang untuk mencegah penyebaran virus. Masker ini harus digunakan dengan benar bersama dengan tindakan pencegahan lainnya untuk melindungi diri Anda dan orang lain. [newline]Untuk mengurangi kekhawatiran dan kegelisahan Anda, batasi waktu menonton dan mendengarkan berita yang dapat membuat Anda dan keluarga Anda cemas. Namun, Anda harus berusaha agar tetap tenang dan fokus pada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk melindungi kesehatan jiwa Anda.

Ya, cara agar tidak stres selama pandemi COVID-19 salah satunya kamu perlu membatasi diri terhadap paparan berita dan media sosial mengenai COVID-19. Musik telah terbukti membantu membentuk antibodi, sehingga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya kesehatan fisik, namun juga masalah psychological berupa stres.

Data terakhir per Selasa (17/3), kasus positif Covid-19 mencapai 172 orang, dengan 9 orang sembuh dan 7 orang meninggal. Sindrom ini bermanifestasi sebagai ketidakmampuan keluar rumah karena ketakutan akan COVID-19, sering melakukan pengecekan gejala meski tidak berada dalam skenario berisiko tinggi, dan menghindari situasi sosial atau orang. Ia juga berpesan terhadap kesehatan jiwa anak dan remaja di lingkup keluarga.