Menu Close

Waspada Kemungkinan Terciptanya Varian Baru Virus Corona Asal Indonesia

Karena itulah para peneliti terus mengembangkan vaksin influenza untuk menanggulangi varian baru virus hasil mutasi. Namun, menurut penelitian, virus corona bermutasi empat kali lipat lebih lambat ketimbang influenza. Siti Nadia menjelaskan vaksin yang sekarang digunakan Kong Slot pemerintah masih efektif untuk mencegah penularan mutasi virus corona B117-UK. Dari hasil telaahan para ahli, belum ada bukti signifikan yang menunjukkan varian baru corona lebih berbahaya, tetapi pengawasan terus dilakukan secara konstan untuk hal ini.

Untuk bisa melawan virus, kita harus bisa membuka kode genetiknya, dan itu hanya mungkin dilakukan dengan pengurutan genom. Di awal pandemi, Vietnam dinilai berhasil melawan wabah, tetapi varian baru yang ditemukan membuat angka infeksi di bulan Mei meningkat pesat. Dari pihak pemerintah pun menurut Siti Nadia, akan dilakukan pengetatan maksimal di seluruh pintu masuk demi meminimalisir masuknya varian ini dari negara luar.

Mutasi pada virus, termasuk varian baru corona penyebab pandemi COVID-19, sesungguhnya bukanlah hal baru ataupun kejadian yang tidak terduga. Beberapa varian virus bisa muncul dan menghilang, ataupun bermutasi menjadi jenis baru dan terus eksis. Contoh lain dari virus RNA yang terus bermutasi adalah virus influenza, sehingga vaksin flu juga terus berkembang dari waktu ke waktu. Salah satu sifat dasar dari virus sebagai makhluk hidup adalah mutasi alias perubahan secara genetika. Sebagai jenis virus RNA, para ahli berpendapat bahwa salah satu karakter alami virus corona adalah terus berevolusi dan berganti-ganti dari waktu ke waktu. Ini terutama jika didukung penyebaran secara geografis, varian baru corona akan semakin kontras secara genetik.

Studi AIIMS mengindikasikan, vaksin bahkan setelah dosis lengkap mungkin saja tidak terlalu melindungi seseorang dari infeksi Delta Plus. Agrawal menyarankan agar plasma darah orang-orang yang sudah divaksinasi lengkap diuji ketahanannya terhadap varian ini. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah benar terjadi penurunan efektivitas vaksin yang signifikan.

Beberapa varian baru sudah muncul saat ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Covid-19 telah menyebar luas di seluruh dunia. Penyebaran yang masif ini membuat virus ini bermutasi membentuk varian baru. Kabar baiknya untuk kita semua, WHO telah melacak mutasi dan varian sejak dimulainya wabah COVID-19. Jaringan laboratorium SARS-CoV-2 global ini bertujuan untuk mendeteksi perubahan baru dengan cepat dan menilai kemungkinan dampaknya. Melalui jaringan laboratorium ini juga WHO mengidentifikasi, memantau, dan menilai varian yang menjadi perhatian. Ini akan melibatkan komponen seperti pengawasan, penelitian tentang varian yang menjadi perhatian, dan evaluasi dampak pada diagnostik, hingga vaksin.

Ini menyebabkan kekhawatiran bahwa varian Columbus akan lebih menular dan dapat mengurangi efektivitas vaksin corona yang saat ini telah mendapatkan izin edar di beberapa negara. Beruntung, sejauh ini tidak ada bukti varian baru corona lebih mematikan ketimbang varian terdahulu. Kota Madiun (25/4) — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah fokus mencegah masuknya varian virus corona baru. Meskipun di Australia dan Singapura sudah terdeteksi, Bambang meminta masyarakat tidak terlalu resah mengingat belum terbukti betul secara ilmiah varian baru virus corona dari Inggris tersebut menimbulkan keparahan penyakit. Pengurutan genom yang dilakukan oleh Institut Virologi Nasional India telah mengindentifikasi eight jenis mutasi dari varian ini. Di period globalisasi seperti sekarang, varian virus semacam ini dapat menyebar dengan cepat.

Ahli imunologi Shane Crotty dari La Jolla Institute for Immunology mengatakan bahwa ide cadangan itu bagus. “Sel B memori adalah upaya sistem kekebalan Anda untuk membuat variannya sendiri sebagai tindakan balasan untuk varian virus potensial di masa depan,” katanya. Pada April 2020 lalu, ketika pandemi mencapai puncaknya yang pertama di New York City, Nussenzweig dan rekan-rekannya langsung bertindak dan mulai mengumpulkan darah para penyintas COVID-19. Ada laporan awal yang mengganggu tentang infeksi ulang dan antibodi yang berkurang, dan para ilmuwan ingin memahami berapa lama sistem kekebalan dapat mempertahankan kemampuannya untuk menanggapi ancaman baru. Karena itu, setiap individu sangat diimbau untuk mempersiapkan proteksi terbaik untuk diri dan keluarga atas seluruh kemungkinan penyakit yang terjadi. Melalui produk Mega Comforta dari PGI Mega Life, dapatkan proteksi berupa asuransi jiwa dengan manfaat perlindungan meninggal dunia dari penyakit atau kecelakaan, dan terdiagnosis pertama kali salah satu dari 10 penyakit kritis.